CINTA
QHU,,,,,,TAK BISA QHU MLIKI
Hai nama qhu Rara. Qhu dibesarkan
dalam keluarga yg tergolong mampu namun kehidupan keluarga qhu penuh
kesederhanaan. Disini ku mempunyai seorang adik cewe, nama’a Riri. Nama kami hampir
sama, ya benar karena kami berdua adalah sodara kembar. Walopun begitu sifat
kami sangat berbeda dan kehidupan kami pun berbeda. Ibarat kata kami menjalani
hidup masing-masing. Tak banyak yg tau kalo aqhu punya kembaran karena kami
bersekolah di tempat yg berbeda. Tapi aneh’a walopun kami hidup dijalan
masing-masing namun dalam soal cinta selera kita sama. Bahkan kami berdua
mencintai satu orang yg sama. Nama’a Anton, seorang pria yg membuat hati kami
berdua berdebar. Sungguh mengharukan mengingat hal itu. Aqhu tak kuasa untuk menahan
tangis.
Malam itu Anton berkunjung ke rumah
untuk mewakili kedua orang tua yg kami undang untuk makan malam bersama. Disinilah
awal kisah ini bermula. Dalam acara itu kami bertiga dipertemukan. Pertama melihat
Anton qhu merasa ada yg berbeda. Tatapan’a pada qhu begitu dalam mengisyaratkan
sebuah makna yg belum qhu tau pasti. Kami saling terpaku, hati ini berdebar, melihat
ciptaan Yang Maha Kuasa, sungguh menakjubkan. Namun lamunan kami buyar ketika
Riri memperkenalkan diri’a pada Anton. Melihat tingkah Riri seperti’a dia juga
merasakan hal yg sama seperti qhu. Namun itu semua belum pasti, ya gadis mana
yg jika melihat cowo tampan terpesona. Ya mungkin itu juga yg dirasakan Riri
saat ini.
Haripun berganti, semenjak makan
malam itu ,aqhu dan Riri tak pernah lagi bertemu Anton karena kami tinggal di
kota yg berbeda. Setiap malam qhu slalu berharap dya datang menemui qhu walopun
hanya dalam mimpi. Setidak’a itu bisa jadi pengobat rindu qhu pada Anton. Qhu slalu
mengutarakan smua perasaan qhu di diary. Saat qhu asyik menulis tiba-tiba Riri
mengetuk kamar qhu. Dya langsung masuk dan tiduran disamping qhu. Tak seperti
biyasa’a dya begini. Tiba-tiba dya mulai bicara pada qhu. Ternyata dya ingin
berbagi cerita dg qhu. Yg membuat qhu heran dan tercengang, dya membicarakan
tenteng Anton. Dya meminta pendapat qhu tentang Anton. Dya cerita panjang lebar
sekali. Sebelum dya selesai cerita qhu langsung menarik kesimpulan bahwa dya
juga merindukan sosok Anton.
Batin
qhu bagai tertusuk duri yg tajam, mengapa kami mencintai orang yg sama????? Tapi
melihat raut wajah Riri dya sangat menginginka Anton. Qhu tak pernah melihat
dya sebahagia ini. Sebenar’a qhu pun ingin berbagi cerita dg’a. namun segera
qhu urungkan niat qhu itu karena aqhu tau pasti ini akan membuat’a sakit. Qhu tak
tega melihat’a bersedih, qhu tak mau dianggap menikam’a dari belakang. Akhir’a
qhu putuskan untuk membuang rasa qhu buat Anton. Karena belum pasti juga Anton
merasakan hal yg dsama seperti qhu. Mungkin saja dya lebih tertarik pada Riri. Sekuat
apapun qhu buang rasa itu semakin besar untuk Anton. Qhu tak berdaya dengan
kenyataan ini. Qhu rela sakit demi kebahagiaan Riri. Karena dya adalah sodara
qhu satu-satu’a.
Liburan
sekolah pun tiba. Untuk membuang rasa itu qhu perlusuasana baru. Akhir’a qhu
putuskan untuk berlibur ke puncak. Disana kami mempunyai villa keluarga. Tadi’a
qhu akan berangkat berdua dg Riri namun tiba-tiba dya memutuskan untuk tidak
ikut karena dya akan liburan bersama teman’a di sebuah daerah dekat ktempat
tinggal Anton. Qhu pun berangkat diantar sopir ke villa disana qhu berlibur
sendiri karena kedua orang tua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sedangkan Riri
sibuk dengn teman-teman’a. sebelum berangkat dya sempat bicara pada qhu dan
minta dukungan qhu supaya nanti jika bertemu Anton berjalan lancer dan sukses.
Setelah
sesampai’a di villa, saat itu qhu sedang menikmati udara sore. Tiba-tiba dari
arah belakang qhu terdengar seperti ada yg memanggil nama qhu. Kontan qhu
tengok kearah belakang dan benar ternyata Anton yg memanggil qhu. Terlintas perasaan
senang karena bisa ketemu dg Anton disini, namun disisi lain qhu merasa berslah
dg Riri. Kami berdua pun bertemu disini ternyata dya juga lagi liburan disini. Kami
pun ngobrol banyak. Kami menghabiskan malam itu dg berdua tanpa siapapun.
Hari
berikut’a kami berdua pergi berkeliling menikmati pemandangan daerah sekitar. Begitu
indah seindah saat qhu bersama dya. Hingga suatu ketika dya ungkap kan isi hati’a
pada qhu. Sempat tertegun mendengar pernyataan’a antara iya dan tidak. Iya,
ingin sekali ku menjawab karena qhu pun mempunyai perasaan yg sama. Namun,,,tidak,
karena jika Riri tau pasti dia akan sangat kecewa pada qhu. Qhu tak mau menghancurkan
tali persodaraan kami berdua. Air mata qhu menetes tak kuasa menahan smua ini. Dg
cepat qhu langsung menjawab tidak pada Anton. Dya sempat kaget dg jawaban qhu
karena dy yakin qhu mencintai dya. Namun qhu tegaskan sekali lagi pada’a kalo
memberikan jawaban tidak untuk’a. Dya tetap mendesak qhu, dya meminta kejujuran
qhu. Air mata qhu semakin deras dengan terbata-bata dan berat hati qhu ungkap
smua perasaan qhu.
“Ya,
aqhu mencintaimu namun kita ga bisa bersama. Karena ada orang lain yg pantas
untukmu. Cinta yg dya punya untukmu lebih besar dibandingkan dg cinta yg qhu
punya buatmu.”, ucap qhu pada Anton.
“Maksudmu
siapa? Qhu tak peduli dg smua itu yg qhu mau hanya dirimu.”, ucap Anton dg
,mata berlinang.
“Riri!
Dya sangat mencintaimu, dya lebih butuh dirimu dibandingkan aqhu. Aqhu tak mau
membuat’a sedih dg cinta qhu padamu. Qhu tak mau menghancurkan persodaraan
kami. Karena dya satu-satu’a sodara qhu. Aqhu mohon lupakan aqhu,belajarlah
mencintai’a. Aqhu rela melepasmu demi kebahagiaan Riri sodara kembar qhu. Aqhu mohon,,,demi
aqhu. Cinta itu akan ada dg beriring’a waktu. Percayalah pada qhu kau akan
bahagia bersama’a. Jika kau memang cinta dan sayang pada qhu, pasti tak sulit
buatmu untuk mengabulkan permintaan qhu.”, ucap qhu panjang lebar.
“Oke
lah kalo itu maumu, aqhu akan buktikan padamu kalo aqhu benar-benar cinta dan
sayang padamu.”, sahut’a dg terbata.
Dya langsung pergi meninggalkan qhu.
Qhu menangis dg histeris’a. maaf kan aqhu Anton, itu yg hanya bisa qhu ucap
pada’a. sejak saat itu kami berdua bagaikan tak pernah mengenal satu sama lain’a.
sekarang dya telah menjalin hubungan cinta’a bersama Riri. Walopun cinta qhu
tak bisa qhu miliki namun qhu tetap bersyukur pernah mengenalmu untuk hati qhu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar